Sistem Pendidikan Singapura Ucapkan Selamat Tinggal Hapalan dan Ujian

Smart ID News -  Sistem pendidikan di Singapura kini mulai menuju ke arah “pelonggaran”. Singapura yang telah lama mendapat predikat sistem pendidikan terbaik, mendukung pembelajaran hafalan dan jam belajar yang panjang untuk mendorong anak-anak sekolah sukses dalam ujian, kini mulai menyiapkan arah yang sebaliknya. Singapura kini ingin lebih fokus pada pembentukan pribadi yang solid dan bergembira.


Pada upacara pembukaan seminar pra-universitas di Nanyang Technological University pada Mei lalu, Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung, mengatakan stress pada siswa karena system pendidikan adalah masalah yang harus segera di atasi.

Smart ID Tekno - "Kita harus menghilangkan mentalitas do-or-die untuk setiap test, sehingga bahkan jika Anda tidak melakukannya dengan baik, tidak apa-apa," kata Ong seperti ditulis oleh media berita Straittimes.  "Kami memiliki sistem yang cukup bagus, yang dianggap baik di seluruh dunia, tetapi satu hal yang perlu kami tingkatkan adalah mengurangi stres itu dalam sistem."

Diskusi, pekerjaan rumah, dan kuis ditetapkan untuk menggantikan nilai dan peringkat sebagai metoda yang selama ini digunakan untuk menginformasikan tentang kinerja siswa sekolah dasar. Mulai tahun 2019, ujian untuk siswa SD kelas 1 dan kelas 2 akan dihapus, untuk membantu anak-anak menemukan kembali kegembiraan belajar.

Sebagai contoh, seorang murid dapat menemukan rumus tentang cara menghitung luas. "Itu bisa dilakukan dalam waktu singkat," kata Menteri Pendidikan Singapura itu pada jumpa pers tentang perubahan system pendidikan Singapura pada akhir September lalu seperti dikutip Straittimes. "Tetapi dalam pendekatan baru ini, kami akan bertanya kepada anak-anak, bagaimana Anda mengetahui luas bidang itu, dan meminta mereka berdiskusi dan bertukar pikiran."

Ini mungkin membutuhkan lebih banyak waktu, tetapi murid, "lebih mungkin mengingat dan menikmati pelajaran," kata Ong Ye Kung.

Smart ID Games - Siswa SD tingkat lebih tinggi dan SMP/SMA juga akan belajar di lingkungan yang tingkat kompetisinya lebih longgar. Nilai untuk setiap subjek akan dibulatkan ke bilangan bulat terdekat - tanpa koma desimal - untuk menurunkan penekanan pada keberhasilan akademis.

“Belajar bukan kompetisi,” tandas Ong.


Smart ID Life - Kementerian Pendidikan (MOE) Singapura saat ini sedang merencanakan serangkaian perubahan yang bertujuan untuk mengurangi perbandingan antara kinerja siswa dan mendorong individu untuk berkonsentrasi pada mengembangkan pembelajaran mereka sendiri. Meningkatkan keseimbangan antara suka cita belajar dengan standar pendidikan.

Ong beralasan, Singapura saat ini sudah pada posisi yang kuat dan mampu untuk bersantai sedikit tanpa merusak hasil kinerja. Ia menunjuk bagaimana mahasiswa Singapura dalam beberapa dekade terakhir terus memiliki nilai tinggi dalam peringkat internasional. Maka saat ini adalah waktu yang tepat bagi para siswa di Singapura untuk saling memperhatikan kesehatan mental masing-masing dan berkomunikasi dengan keluarga dan kerabat mereka secara teratur.

Perubahan ini  juga akan memberi para guru lebih banyak ruang untuk mengeksplorasi cara-cara baru membuat pembelajaran menyenangkan dan bertahan lama. Ong berkata, "di lapangan, para guru sedang dalam kereta api berkecepatan tinggi bergegas, (memberi) penilaian dan mempersiapkan siswa untuk ujian. Saya pikir sudah waktunya untuk berhenti sejenak." Ong menggambarkan bagaimana selama ini murid dan guru sama-sama mempunyai hari-hari yang sangat padat dan sibuk untuk kegiatan belajar-mengajar.

Agar tujuan ini tercapai, buku-buku laporan (rapot) sekolah dasar dan menengah tidak akan lagi menunjukkan apakah seorang siswa menyelesaikan tugasnya dengan nilai tinggi atau rendah di kelas. Sementara subjek dan rata-rata kelompok, keseluruhan nilai total dan nilai minimum dan maksimum akan dihilangkan. Laporan sekolah tidak akan menunjukkan nilai yang digarisbawahi atau disorot sebagai pencapaian yang gagal atau mencatat lulus atau tidak lulus pada akhir tahun.

Pendekatan baru Singapura terhadap pendidikan ini sangat kontras dengan pendekatannya selama ini dan juga negara-negara tetangga Asia lain yang mengunakan peringkat pendidikan Program OECD untuk Penilaian Pelajar Internasional (PISA).

Setiap tiga tahun, OECD (Organisation for Economic Cooperation and Development) menilai sistem pendidikan di seluruh dunia dengan menguji ilmu perbandingan, membaca, dan kemampuan matematika siswa usia 15 tahun lewat PISA.

Singapura sebelumnya menetapkan standar untuk keberhasilan ujian dengan mencapai skor rata-rata 1.655 dalam tiga mata pelajaran inti yang diuji melalui ujian 2 jam PISA pada tahun 2016.
Empat tempat teratas didominasi oleh sistem pendidikan Asia Pasifik, dengan Singapura memimpin dan diikuti Hong Kong, Jepang dan Macau yang sekaligus menunjukkan kuatnya kinerja system pendidikan berbasis hapalan dan ujian.

Sebagai perbandingan, system pendidikan di Eropa dan Amerika –yang ekonomi dan kebudayaannya memimpin dunia – hanya menempati peringkat bawah PISA, Inggris menduduki peringkat ke-22, sementara AS menduduki peringkat ke-30 dengan skor 1,463, yang artinya berada di bawah skor rata-rata 1.476.

Belajar untuk Hidup

Perubahan arah yang serius bagi Singapura dilakukan dengan mengalihkan fokus dari kesempurnaan ujian menuju penciptakan individu yang lebih solid. Bersamaan dengan kinerja akademis, kebijakan baru ini bertujuan untuk mendorong perkembangan sosial di antara para siswa untuk meningkatkan kesadaran diri dan membangun keterampilan membuat keputusan.

Perilaku dan praktik kelas sedang disesuaikan dengan kebutuhan tempat kerja setempat karena negara ini tengah mempersiapkan para siswa untuk bekerja di sektor layanan yang terus berkembang di masa depan.

Serangkaian program "pembelajaran terapan" dijadwalkan akan diadakan pada tahun 2023, untuk meningkatkan kemampuan pribadi dan membantu siswa memperoleh keterampilan dunia nyata. Program ini memungkinkan anak-anak sekolah untuk terjun ke dalam topik-topik ekspresif seperti drama dan olahraga dan mendapat paparan yang cukup tentang bidang-bidang robotik, komputer, dan elektronik.

Departemen Pendidikan telah menugaskan tim pejabat pembimbing karir untuk mengubah persepsi yang ada dan mendorong cita-cita siswa untuk  bekerja  diluar  bidang perbankan, layanan sipil, dan obat-obatan.

Ong Ye Kung mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir ini sebenarnya kebijakan baru sudah mulai dilaksanakan, dengan tidak menyebutkan top skoring Primary School Leaving Examination (PSLE) ke reformasi sistem penilaian akan  yang dijalankan pada tahun 2021, semuanya merupakan bagian dari fase baru dalam sistem pendidikan Singapura, yang ia sebut "Belajar untuk Hidup".

"Belajar untuk Hidup adalah sebuah nilai, sikap, dan keterampilan yang perlu dimiliki siswa kami, dan itu sangat mendasar dalam memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi kekuatan yang membangkitkan semangat di masyarakat."

Namun, menyesuaikan sikap siswa adalah  tantangan yang lebih mudah daripada mengubah pandangan orang tua Singapura, yang tumbuh dengan tekanan dan kerasnya ujian. Sikap ortu terhadap perubahan ini  merupakan angin segar bagi para tutor pribadi atau guru privat di Singapura, yang industrinya justru masih menampakkan perkembangan pesat.

Beberapa orang tua khawatir tentang perubahan, terutama bagaimana akan lebih sulit untuk mengukur kinerja anak-anak mereka terhadap rekan-rekan mereka karena buku laporan tidak akan lagi menunjukkan peringkat dan skor yang berarti.

Agar peralihan berhasil, Ong mengatakan, MOE perlu "membawa pihak-pihak yang berkepentingan, dalam hal ini  orang tua - di atas kapal" dan meyakinkan mereka bahwa perubahan itu tidak ada pengaruhnya  dengan standar akademik. Sekolah juga perlu melibatkan orang tua dengan cara yang baru, yang berbeda dengan sebelumnya.

"Yang penting kita tahu di mana posisi anak-anak kita ," kata Madam Grace Chua, 37, manajer pengembangan bisnis memiliki seorang putra 3 tahun dan seorang anak perempuan berusia dua tahun.

Menentramkan keluhan orang tua, Ong Ye Kung mengatakan, daripada memberi tahu orang tua bahwa anak-anak mereka harus menyelesaikan pekerjaan rumah mereka atau membandingkan hasil dengan teman sekelas mereka, pertanyaan yang penting, adalah, "apa yang membuat anak anda bahagia?."

Masa depan Pekerjaan

Perubahan system pendidikan di Singapura mendapat perhatian dari Word Economic Forum yang menurunkan artikel seputar perubahan itu pada 11 Oktober lalu. WEF mencatat, perubahan system pendidikan di Singapura adalah sebuah adaptasi penting terhadap perubahan landscape pekerjaan di masa depan. Keterampilan yang diperlukan di tempat kerja telah berubah - dan dengan cepat. Laporan Masa Depan Pekerjaan Ekonomi Dunia 2018 menunjukkan bahwa karyawan akan melihat pergeseran rata-rata 42% dalam keterampilan kerja antara tahun 2018-2022.

Keterampilan yang berfokus pada kemampuan manusia seperti berpikir kritis, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah yang kompleks akan menjadi semakin penting. Laporan tersebut memperingatkan bahwa untuk memenuhi itu semua yang diperlukan adalah bagaimana menjadikan individu sebagai pembelajar seumur hidup.

Jhony Wood, penulis konten WEF menutup artikelnya dengan mengatakan, ekonomi seperti Singapura mengadaptasi sistem pendidikan mereka untuk mengikuti perubahan ini. Kita harus menunggu untuk melihat siapa yang keluar dari kelas teratas di dunia kerja di masa depan.

Dan pagi ini, sebelum artikel ini saya kirim ke redaksi Award News kumparan, saya mengirimkannya ke Madelaine, kerabat yang sedang menempuh pendidiikan di Grade 9 di sebuah sekolah swasta prestisius di Singapura. Dan ini responsnya, “Yes, School life is so hard nowadays. Maddy setiap hari tidur bisa jam 1 atau jam 2 dini hari. Just study..study…and study. Maybe it is the right time to loosen up the education system. That’s the good news for Singapore Students,” kata Madelaine. (Maya Puspita / YK-1)
Share on Google Plus

About DSI

Terima Kasih Telah Berkunjung Di smartidberita Terupdate, Jangan Lupa Juga Ya Selalu Membantu Share Blog Ini, Dan Kunjungi Juga Partner Seperti :

Cerita Dewasa - Cerita Movie Dewasa - Prediksi - Panduan Global - Teknologi - Dll....

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment

Mohon Untuk Berkomentar dengan baik dan benar tidak menerima komentar promo dan iklan Lainnya disini, terima kasih....